Rabu, 05 November 2014

18th Anniversary Kisel

Tanggal 23 Oktober lalu kantor tempat saya mengais rejeki ultah yang ke 18. Sebuah angka yang bukan sekedar angka. Pastinya sarat makna....
Ibarat manusia umur 18 adalah usia menuju kedewasaan, begitu juga sama kantor saya...

Yang namanya ultah apalagi ke 18 kudu dirayain (kalo ada rejekiiii hehehe...kalo ga ada rejeki yaa berdoa aja dalam hati semoga umur panjang, semakin sejahtera, semakin makmur, dll).

Persiapan perayaan ultah tahun ini kantor saya ini terbilang singkat..waktunya hanya sekitar 10 hari sejak diapprove oleh DIreksi saya. Trus ceritanya saya ditunjuk jadi Ketua Panitia (ceilehhh....ketua yaa bukan ketuaan hahaha...)

Berhubung saya di Kantor Pusat, jadi yang diurus ya Kantor Pusat, kalo wilayah diurus sama PIC masing-masing wilayah.

Dengan tema hut One Will, One Goal, To be the best kegiatan sebelum acara puncak diisi dengan pertandingan/lomba olah raga seperti badminton, tenis meja, futsal, dan catur, ga ketinggalan lomba karaoke. Berhubung waktu mepet, pertandingan olah raga dibuat pergroup biar cepat selesai..

Puncak HUT adalah di tanggal 23 Oktober 2014. Kegiatan diisi dengan final lomba karaoke, penyerahan hadiah, ceremonial hut, penyerahan donasi ke yayasan kanker, pembagian doorprize, juga performance dari tiap-tiap divisi. ada yang tari Bali, ngedance ala Agnes Mo...(dilihat dari ujung Monas wkwkwk....), stand up comedy, drama, kabaret, ngeband, dance dagelan, dll. Kita ga undang  artis tenar...soalnya banyak artis di kantor saya...hikss...

Ga mau kalah saya juga performance lhooo....ngeband (ingat masa bujangan) ...hahaha (ga ingat umurrr....). ini nihh performance saya (rocker syariah....hehehe) :

Diacara hut saya juga jadi penerima potongan kue pertama lho dari Dirut saya (gitu aja koq bangga ya...), tapi ga apa2 kan saya bangga.., soalnya Dirut saya cakep (wkwkwkwk...ga ada hubungannya ya..) nih fotonya :




 Sampai berakhirnya acara alhamdulillah berjalan lancar, walau ada kekurangan yaa sptnya ga terlalu mencolok..dimaafkan mengingat waktu persiapannya..(bela diri nih yeee....). Acara waktu itu diakhiri dengan foto bersama dan pengundian doorprize terakhir...




Kamis, 09 Oktober 2014

Vitamin I

Insentif, atau ngetrendnya dikantor saya disebut Vit I (Vitamin I) memang selalu ditunggu-tunggu saya dan teman2. Biasanya diberikan persemester. Dan untuk tahun ini, Vit I semester I juga diharapkan sekali oleh kami mengingat semester I sudah berlalu alias sudah lewat 4 bulan.

Bermula dari sebuah email GM Accounting di kantor saya diawal bulan September yang menginformasikan ke seluruh GM di Kantor wilayah untuk mengkoreksi accrue beban insentif karena beban insentif yang diaccrue saat itu terlalu kecil. Di email itu juga tercantum embel-embel jatuh tempo pembayaran (akan dibayarkan paling lambat akhir September) dan maksimal indeks pengalinya.

Alhasil.....semua karyawan baik di kantor pusat maupun wilayah hebohhh.... Koq heboh? ya karena pertama, tidak seperti biasanya,  indeks pengali kali ini lebih besar dari  periode sebelumnya, kedua berita tentang insentif dengan batas waktu pembayaran akhir bulan September jadi angin segar buat karyawan, mengingat tanggal 5 Oktober 2014 adalah hari Raya Idul Adha...jadi banyak karyawan yang berharap dapat berkurban atau belanja keperluan lebaran dari insentif itu.

Sejak email itu dilayangkan, telp, sms, bbm rajin banget singgah ke hape saya hahaha.., isinya sama Kapan cair? atau kapan nobis tentang insentif release ...wkwkwkw....sabar atuhhh bapak/ibu....laporan keuangan semester 1 nya juga masih ada koreksi hehehe..., belum lagi untuk persetujuan perhitungan formulanya...

Kebetulan GM saya yang kebagian tugas membuat perhitungan insentif. Dan ternyata proses persetujuan perhitungan memakan waktu hampir 1 bulan, hiksss...Saya tau banget GM saya itu bolak balik ke Direksi sampai hitungan itu di setujui.. Dari mulai laporan keuangan semester 1 yang banyak koreksi sampai parameter perhitungan insentif yang berubah2. Intinya sampai dengan akhir September Nobis Insentif belum release2.. hehehe.

Akhir September, sampai mendekati Hari Raya Idul Adha, telp, sms, bbm, wa mulai singgah lagi ke hape saya semuanya kembali menanyakan kapan cair insentif. Jawaban saya cuma satu : Belum, sabar ya..., Inshaa Allah.....

Miris & sedih juga lihat teman-teman yang kecewa insentif ga jadi dibayar akhir September , karena semua sudah berharap (termasuk saya juga ngarep.com hehehe). Bahkan ada rekan yang pede kalau Vit I pasti dibayar akhir September sudah men DP kan pengeluarannya alias "ngutang" demi kebutuhan yang mendesak dengan harapan akan tergantikan saat si Vit I cair ( walahh...ini namanya salah prediksi....jangan ditiru yaa...)

Sampai Lebaran Haji, ternyata nobis insentif ga release juga bahkan sampai saat saya tulis cerita ini...hehehe...., yaa gimana nobis mau release...formula perhitungannya saja belum semua ditandatangani Direksi kami.

Jadi sampai saat ini kami masih menunggu dan mengharapkan asupan Vit....(nobis mana..nobis mana...hahahah)


Jumat, 03 Oktober 2014

Paspor Oh Paspor (lanjutan)

Hai...saya lanjutin lagi yaa pengalaman urus paspor suami, anak-anak dan Ibu saya...

Setelah dijadwalkan tanggal 24 September 2014 untuk foto dan wawancara, hari Senin, 22 September 2014 saya segera melakukan pembayaran paspor sekaligus untuk 4 orang di Teller BNI di kantor saya. Perorang jadi Rp 360rb (ada tambahan Rp 5rb utk biaya bank), jadi total berempat Rp 1.440.000,-.

Bukti pembayaran an Ibu segera saya kirim ke suami untuk dapat dilanjutkan proses pembuatan via online. Wahh ternyata tanggal yang tersedia saat suami daftar pra permohonan sudah berubah..tanggal 25 dan 29 September sudah tidak tersedia (waktu bayar ternyata menentukan hehehe....) akhirnya jadwal Ibu untuk foto dan wawancara dipilih tanggal 30 September.  

Saat jadwal foto dan wawancara suami dan anak-anak tiba, saya ga ikutan karena kebetulan ditanggal yang sama saya ada meeting di Kantor. Jadi suami berangkat duluan ke Kanim, dari rumah jam 8 pagi,  anak-anak menyusul setelah pulang sekolah (waktu itu Daffa sedang ada UTS di sekolahnya, pulang jam 10 an, Fasya terpaksa ijin pulang cepat di jam 10 an juga).

Karena saya ga ikutan saat proses foto dan wawancara, jadi saya ga bisa cerita kondisi atau situasi saat itu, cuma info dari suami saat datang ke sana, suami langsung ke loket 6 untuk nyerahin bukti bayar, terus ke loket 10 untuk foto dan wawancara. Dan saat menunggu antrian foto dan wawancara, ternyata suami ketiduran...jadi terpaksa pakai no baru di no urut 100-an...dasar pelor (nempel molor) hahahah....

Oh iya...untuk foto tidak diperbolehkan memakai baju warna putih ya..warna lain boleh, lebih bagus lagi kalau warna-warna gelap. Trus jangan pakai kaos tanpa kerah yaa... Waktu itu saya sudah siapin buat anak-anak masing-masing kaos tanpa kerah warna hitam untuk dikenakan saat foto tapi juga standby kemeja kalau-kalau tidak diperbolehkan. Ternyata benar, kata suami saat foto tidak diperbolehkan pakai kaos tanpa kerah, jadi anak-anak ganti kemeja yang sudah saya siapin di tas suami saya.

Jadi singkatnya, proses foto dan wawancara suami juga anak-anak beres hari itu (selesai sampai jam 14.30 wib), paspor dapat diambil hari Senin tanggal 29 September 2014 (3 hari kerja).

Nahh giliran Ibu saya nih untuk buat foto dan wawancara, berhubung ga ada yang antar, jadi saya sebagai anak yang baik dan berbakti kepada orang tua (ce ilehhh....) yang mengantar Ibu sekalian mau ambil paspor suami dan anak-anak.

Tanggal 30 September 2014, pagi-pagi jam 7 saya sudah standby untuk anterin Ibu, tapi tetap aja jalan dari rumah jam 7.40 juga hahahah... , sampai Kanim Jakarta Timur jam 8.00 wib, parkiran penuhh...berdoa dalam hati semoga dapat parkiran...Alhamdulillah dapat walau pararel. 

Iseng, saya tanya tukang parkir kalau daftar online minta no urut lagi ga sama petugas yang dibawah (bag pengambilan formulir), sama tukang parkir disuruh langsung ke lantai 2 ke loket 6 terus ke loket 5. Saya tanya lagi kalau mau ambil paspor minta no urut juga ga, dikasih tau lagi sama tukang parkirnya tinggal tusukin aja bukti bayarnya ke paku yang sudah disediakan (sebagai pengganti no urut). Setelah itu saya & Ibu masuk ke Kanim (awalnya saya & Ibu lewat depan karena waktu pertama kali Kanim ini saya masuk lewat depan) eehhh...sama tukang parkirnya saya disuruh lewat belakang. Ya sudah saya nurut aja.

Saat saya masuk saya lihat pandangan yang tidak saya lihat sebelumnya waktu pertama kali ke Kanim....antrian panjang orang ambil formullir (dari bag belakang kanim sampai ke depan kanim/bag pengambilan formulir)...pantas disuruh lewat belakang sama tukang parkir. Saya langsung ke lantai 2 urus pendaftaran foto dan wawancara Ibu ke loket 6 seperti yang dibilang tukang parkir tadi (ternyata bener juga tuh tukang parkir...), dari loket 6 Ibu saya dapat no urut 3-022 trus disuruh menunggu panggilan di depan loket 5, saat itu sudah panggilan sudah di no urut 3-004. Tepat pukul 9.30 no. Ibu saya baru dipanggil (1 jam lebih menunggu). Setelah serahin copy berkas persyaratan pembuatan paspor petugasnya bilang nanti jadwal foto dan wawancara jam 10 di loket 10 menggunakan no panggil yang sama (3-022). 

Saya antar Ibu ke loket 10, berhubung jadwal foto jam 10, saya ijin sama Ibu mau ambil paspor suami dan anak-anak dilantai bawah. Mikirnya saat itu ambil paspor doang kan ga lama. 

Masuk ke ruang pengambilan paspor ternyata kursi-kursi sudah penuh oleh orang-orang yang mau ambil paspor. Persis yang dibilang sama tukang parkir, saya tusukin bukti bayar ke paku yang sudah disediakan sebagai pengganti no urut.

Tadinya saya berpikir pengambilan paspor tidak memakan waktu yang lama, ternyata saya salah. Butuh 1 jam untuk pengambilan paspor karena harus menunggu antrian. Jam 9.30 saya ke sini jam 10.30 nama suami dan anak-anak baru dipanggil.

Loket pengambilan paspor hanya 2. Kadang 1 loket dibiarkan kosong terlalu lama. Suara petugas saat memanggil nama orang yang mau ambil paspor terlalu kecil sehingga ketutup dengan suara orang-orang yang ngobrol diruang itu. Sepertinya hal-hal itu yang menyebabkan pengambilan paspor sangat lama.

Beres dengan paspor suami dan anak-anak saya kembali ke loket 10 dilantai 2 nemenin Ibu. Sampai disana untuk kategori pendaftaraan online (kode 3) baru sampai di no urut 3-009. Ternyata peserta foto dan wawancara digabung baik yang daftar online, Lansia (kode 4) dan Umim (kode 5). Saya lupa untuk kategori 4 dan 5 saat itu sudah masuk ke no urut berapa, Masing-masing kategori dipanggil per tiga orang.

Jam 11.30 wib Petugas mengumumkan kalau proses foto dan wawancara di stop dulu untuk istirahat, lanjut nanti jam 13.00 wib. Beberapa orang sempat komplain karena menurut mereka masih ada 30 menit sebelum istirahat , jadi masih bisa memanggil nomor berikutnya. Buat saya sih itu lumrah..petugas prepare 30 menit buat nyelesaian foto dan wawancara  orang-orang yang sudah masuk ke dalam sebelumnya, lagi pula perut saya sudah bunyi kriuk-kriuk..minta diisi, paginya saya ga sempat sarapan hahahah...Oh iya info aja nih, ruang loket 10  itu dibagi 2 ruang lagi, 1 untuk ruang tunggu antrian, 1 lagi untuk ruang foto dan wawancaranya. Jadi orang-orang yang dipanggil nomornya dapat masuk ke ruang foto dan wawancara. Di ruang itu juga orang-orang mesti menunggu antrian wawancara setelah foto.

Menunggu jam 1 siang, saya ajak Ibu ke kantin Kanim untuk makan siang dulu. Setelah makan saya balik ke loket 10 nunggu. Tepat jam 1 petugas kembali melanjutkan pemanggilan. Agak kecewa melihat pelayanan di loket ini. seharusnya jam 1 semua petugas sudah kembali ke bagiannya masing-masing, tapi yang saya lihat ada 3 kamera tersedia namun baru 1 petugas yang standby, begitu juga bag wawancara, ada 4 meja untuk wawancara tapi baru 1 petugas yang ada.

Jam 13. 30 wib no Ibu dipanggil ke dalam ruang foto & wawancara, saya dampingi Ibu ke dalam ternyata ga di ijinin untuk dampingi, jadi Ibu saya tinggal sendiri bersama Bpk/Ibu  yang lain di ruang foto dan wawancara. Tidak lama dari luar saya lihat Ibu sedang di foto setelah itu duduk kembali menunggu panggilang wawancara. Sekitar jam 13. 45 saya lihat petugas lain baru berdatangan (walahhh....kemana aja pak/bu...? istirahat lama benerrr...). Saya perhatikan juga ada petugas membawa masuk orang untuk melakukan wawancara tanpa melalui antrian..ada sekitar 2-3 orang). Ternyata masih ada yaahh yang seperti ini....Proses foto dan wawancara termasuk menunggu menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam, tepatnya Jam  14.30 Ibu saya sudah menyelesaikan semua proses. Akhirnyaaa kita Pulangggg..... Info dari petugas paspor bisa diambil hari Jumat, 3 Oktober 2014 (ahay...itu khan hari hari ini ya...hehehe). Tapi sesuai setelah diskusi dengan suami paspor nanti diambilin suami hari Seninnya saja tanggal 6 Oktober 2014.







Kamis, 02 Oktober 2014

Paspor Oh Paspor

Mau share pengalaman ngurusin paspor sendiri nih buat Ibu saya, suami dan anak-anak...Saya sendiri sudah punya paspor, waktu itu pakai jasa agen...harganya lumayan muahall Rp 900rb.

Pengalaman teman yang urus sendiri pembuatan paspor, pagi datang masukin berkas, siang sudah bisa langsung foto & wawancara, 3 hari kemudian jadi dengan biaya Rp 255rb...cukup murah khan. Nahh.. karena liat pengalaman temen kantor urus sendiri lumayan cepat dan murah..jadi pengen ngerasain juga....sayang khan kalau pakai jasa agen pembuatan paspor, 4x900rb...oh my God...ga lah yaww..

Awalnya sih Ibu saya yang minta antar buat paspor untuk pergi umroh Desember nanti,  karena kebetulan suami sama anak-anak juga belum punya, jadi buat sekalian deh untuk persiapan ke Bangkok tahun depan (padahal rencana buat paspornya tahun depan..., maksud hati biar lebih lama jangka waktunya..tapi demi Ibu ga apa2 deh buat sekarang,  biar ga kebanyakan ijin juga ke kantor hanya gara2 urus paspor, hehehe)

Info dari temen and baca2 di internet, sekali datang ke kanim bisa langsung foto, jadilah suami sama anak2  bolos  dari aktivitasnya masing-masing biar bisa langsung foto. Saya sendiri kebetulan hari itu ijin ga masuk kantor karena kondisi kesehatan, tapi demi menemani suami dan buah hati saya ikutan juga deh ke Kanim.

Jumat, 19 September 2014 kita berangkat dari rumah Ibu di Kebon Baru-Tebet jam 9 an...sampai Kanim Jakarta Timur jam 9.20 wib. Parkiran penuh...tapi beruntung ada mobil yang keluar, suami langsung dapat parkir. Alhamdulillah juga saat ambil formulir ga antri, malah kosong..., cuma suami sama anak2 dapat no urut 077 sd 079 (saya lupa kode depannya) , Ibu karena dianggap lansia dapat no. 1-007 trus sama petugasnya disuruh isi dan serahin berkas ke loket di lantai 2. 

Sampai lantai 2 ternyata panggilan sudah di no urut 20...wow..mesti nunggu sekitar 50-an orang lagi. Dilantai 2 ada 5 loket untuk penyerahan berkas, 1 sd 3 untuk umum, 4 untuk lansia, 5 untuk yang daftar online. 

Saat isi formulir ternyata no Ibu dipanggil......wahh belum selesai isi..kata petugasnya ga apa2. Oh iya...sebenarnya berkas2 Ibu yang dibawa ke Kanim itu ga lengkap, akta nikah asli ga ketemu walau udah dicari, cuma saya paksain aja ke Kanim bawa copynya dengan harapan semoga lolos. Tapi ternyata saat ditanya dokumen asli dibawa ga...kita bilang ada 1 yang ga bawa, akta nikah karena hilang...petugasnya bilang ga bisa lanjutin proses, mesti bawa asli...udah coba mohon2 sampai saya bilang ibu saya sudah janda ini pak..suaminya sudah meninggal memang masih butuh akta nikah? teuteepp ga bisa...akhirnya disuruh buat akta lahir sebagai solusinya. Yaaa gagal Ibu saya buat paspor hari itu...ga tega sebenarnya lihat Ibu saya..soalnya waktu dibilang ga bisa lanjut saya liat matanya berkaca-kaca seperti mau nangis.....Sempat nawarin Ibu mau diantar pulang atau mau nungguin suami & anak-anak selesain urus paspor. Ibu saya bilang nunggu aja.

Oh iya...walau sempet kesel karena Ibu saya gagal buat paspor hari itu, tapi salut buat petugas..pelayanannya ketat sesuai prosedur...angkat jempol 1 deh...

Sekarang balik ke suami sama anak-anak nih...oh iya suamiku namanya Robby, anak ke 1 namanya Daffa, yang ke 2 namanya Fasya. Sampai jam 11.30 wib no suami sama anak-anak belum juga dipanggil. No urut berhenti di 064 , karena waktunya istirahat dan sholat Jumat. Petugas bilang loket dibuka kembali jam 1 siang.

Mumpung istirahat, kita makan siang dulu dikantin Kanim didekat masjid. Kantinnya kecil dan panas (udah tau panas tapi pintu kantin kenapa ditutup ya...hehehe). Lumayan rasa masakannya sesuai harga, berempat habis sekitar 70rb-an (suami ga makan, ntar aja habis sholat jumat katanya).

Selesai makan daffa ikut ayahnya sholat, saya, Ibu dan Fasya balik ke lantai 2. Tepat jam 1 siang, loket kembali dibuka. Wow...hebat tepat waktu nih...angkat jempol ke2 deh....

Ternyata saat pemanggilan ada sekitar 10 orang yang dipanggil ga ada orangnya. Alhamdulillah jadi lebih cepat dipanggil nih. Ssssst...ternyata 10 orang yang dipanggil ga ada tadi mesti pakai no urut baru lho..jadi no paling belakang, cuma karena bagian pengambilan no sudah tutup, terpaksa tuh orang-orang tadi mesti datang lagi besok. Wahh angkat jempol ke 3 nihh buat petugas (padahal kalau saya yang ngalamin hal seperti itu pasti gondok juga nihh mesti balik lagi ke Kanim besok hehehe...) 

Ga lama no suami dipanggil disuruh ke loket 2..., ternyata suami mesti meniban tulisan yang ada di formulir dengan tinta hitam karena sebelumnya diisi dengan tinta biru. Berarti Formulir Daffa juga harus diubah dengan tinta hitam. Ternyata kita ga baca aturan pengisian formulir.., formulir harus diisi dengan tinta warna hitam. 
Ga lama no Daffa dipanggil untuk ke loket 1, saya temenin Daffa ke petugasnya dan bilang "bu masih ditimpa warna hitam soalnya diisi pakai tinta biru'' Ehhh...si ibu petugas loket mukanya masam gitu, katanya kenapa mesti ditiban, yang penting keliatan, makanya dibaca aturan pengisian, khan harus pakai tinta hitam" . Saya bilang ke ibu itu "iya saya ga liat dan cuma ngikut rekan ibu disebelah yang nyuruh ditiban" (kesel juga dimasamin sama tuh ibu). Ga lama No Fasya dipanggil ke loket 3...walahh...saya belum selesai di loket 1 mesti ke loket 3 nemenn Fasya, terpaksa Daffa saya tinggal soalnya Ayahnya juga belum selesai di loket 2 (orang-orang pada ketawa kali ya liat saya bolak balik dari loket 3 ke 1 heehehe). Petugas di loket 2 yang melayani suami akhirnya bilang, ooh bareng ya Pak sama anak-anaknya, kalau bareng sekalian aja. Capee dehh....manaketehe...khan sesuai urutan nomor bu...

Setelah penyerahan berkas, suami dan anak-anak menerima bukti penyerahan berkas dan jadwal foto dan wawancara di tanggal 24 September 2014 dan info batas waktu pembayaran. Wahhh ternyata ga langsung foto dan wawancara mesti, nunggu 3 hari kerja..tau gitu anak-anak ga usah ikut ya..jadi ga bolos sekolah. Petugasnya waktu ditanya kenapa ga langsung foto dan wawancara jawabnya mana ada aturannya disini yang langsung foto, mungkin ibu bikinnya di Kanim Jakarta Pusat kali....(saya cuma yengir sajalah denger petugasnya bilang gitu hehehe). 

Oh iya, untuk harga pembuatan paspor saya dikenakan tarif sebesar Rp 355ribu untuk paspor 48 halaman (saya ga tau beda paspor 48 H dengan paspor 24 H, mungkin teman saya yang dapat harga Rp 255rb itu yang 24 H kali ya...hehe). Penjelasan petugas ke suami katanya paspor 24 H ga bisa dipakai buat pergi haji, bener tidaknya saya kurang faham.
Waktu saat itu menunjukkan jam 14.30 wib, kita akhirnya pulang ke rumah, kita semua sudah lelah...sudah kangen bantal dan kasur, hikss...

Sampai rumah saya bilang ke Ibu saya untuk cari lagi Akta Nikah. Alhamdulillah...akhirnya ketemu juga Akta Nikah Ibu yang asli. Suami langsung daftarin pembuatan paspor nyokap via online dengan harapan bisa milih tanggal yang sama dengan suami dan anak-anak untuk foto dan wawancara. Ternyata tanggal yang tersedia tidak ada tanggal 24 Sept, adanya 25, 29, 30 Sept, 1, 3 Okt dst...cuma suami ga bisa proses pemilihan tanggal karena proses pemilihan tanggal wawancara dan foto dapat diproses setelah melakukan pembayaran.
Yaa...ga apa2 deh yang penting Ibu sudah didaftarin.. So...tinggal nunggu pembayarannya aja di BNI.

Berikut ini tips buat yang mau buat paspor berdasarkan pengalaman sendiri :

1. Sebaiknya daftar via online aja ya..karena dengan online kita cukup 2x datang ke Kanim, 1x untuk foto & wawancara, 1x untuk pengambilan paspor (ambilnya 3-4 hari setelah foto & wawancara). Kalau datang langsung waktu yang dibutuhkan 3x datang ke Kanim (1x untuk ambil formulir, isi, dan penyerahan berkas, 1x untuk foto & wawancara, 1x lagi untuk pengambilan). Lebih hemat waktu khan dengan online hehehe..

2. Siapin berkas-berkas persyaratan pembuatan paspor yaa..copy dan asli :


Untuk Umum (waktu itu buat suami saya ) :
a. KTP (difoto copy di kertas A4 dan jangan dipotong ya...)
b. Akta Nikah
c. Akta Lahir
d. Kartu Keluarga
e. Surat Keterangan Kantor

Buat anak-anak :
a. Akta Lahir
b. Kartu Keluarga
c. KTP orang tua (difoto copy jadi satu di kertas A4)
d. Paspor salah satu orang tua (waktu itu pakai paspor saya)
e. Akta Nikah orang tua

Buat Lansia (buat nyokap) :
a. KTP (difoto copy di kertas A4 dan jangan dipotong)
b. Kartu Keluarga
c. Akta Nikah (kalau akta nikah ga ada boleh pakai akta lahir)

3. Saat ke Kanim kalau bisa datang agak pagian, yaaa sekitar jam 7 bolehlah......kanim buka jam 8 pagi tp sebelum jam 8 orang sudah banyak datang (supaya dapat no antrian paling awal, minimal 2 digit bukan 3 digit), selain itu buat yang bawa mobil tempat parkirnya terbatas, kalau datang agak siang suka ga kebagian parkir.

4. Jangan lupa bawa materai buat ditempel di Surat Pernyataan

5. Buat yang datang langsung, jangan lupa bawa pulpen tinta hitam yaa...isi formulirnya pakai tinta hitam..bukan biru..kalau pakai tinta biru nanti seperti saya dijutekin petugas hahahah...

5. Bawa cemilan, permen, buat nemenin kita saat-saat menunggu antrian..., gadget buat main games juga boleh..., kl chat, sms juga telp sptnya agak susah di Kanim Jaktim..soalnya agak bermasalah dengan sinyal disana, secara sebelah Kanim itu Penjara Cipinang.


Udah dulu yaa...semoga bermanfaat, nanti saya share lagi kelanjutan pembuatan paspor Ibu, suami dan anak-anak saya.....

Selasa, 09 September 2014

Sakit Kepala & hobby belanja

Semua orang banyak yang ngalamin sakit kepala. Termasuk saya.
Cuma ga tau kenapa sakit kepala saya terlalu sering ya...
Efek mata minus kah? udah ditest mata minusnya ga berubah tuh...
Efek darah tinggi? darah rendah? ga juga...udah dicek normal2 aja
atau efek masuk angin? kecapaian? bisa juga sih..
atau efek ga punya duit? hmmm.....kayanya itu kali ya....bulan ini tongpess (efek liburan hari raya kemarin)....mau belanja ga bisa...jadinya pusing hahahaha...

Tau ga? biasanya kalau saya sakit kepala diajak ngemall...minimal window shopping sakit kepala saya hilang...
Cumaaa yang udah-udah, walau ngomongnya window shopping, teutepp aja ada tentengan yang dibawa...jadi tetap mesti punya dana cadangan.

so...? ada yang kelebihan dana ga buat saya belanjain? bantu-bantu teman biar ga pusing hahahah...



Kamis, 04 September 2014

September ceria yang ga ceria lagi

September ceria, september ceria, september ceria
Milik kita bersama....

Itu kata-kata lagunya Mama ina alias Vina Panduwinata..
cuma...saat ini buat saya September ga seceria lagunya Vina...

pahit,
asin,
menyayat hati, (perlu ga kaya film india ga ya...lari ke pohon nangis sambil joget...hikss)

cuma bisa menyesali, meratapi,....










Minggu, 29 Juni 2014

HIJAB

Menengok kebelakang...cukup lama ingin berhijab...
Jilbab, pashmina, sudah banyak dibeli,  tapi....hehehe...rencana tinggal rencana
yang dibeli tersimpan rapi di lemari...
terkadang hanya dipakai pas ada acara tertentu aja (bukber kantor, idul fitri, idul adha)

Ngga tau ya..mungkin memang skrg waktunya...tiba2 aja keinginan untuk berhijab cukup besar...
Jadi puasa ramadhan 1435 H kuputuskan untuk berhijab...

Bismillah...semoga lancar dalam memenuhi syariatMu..