Hai...saya lanjutin lagi yaa pengalaman urus paspor suami, anak-anak dan Ibu saya...
Setelah dijadwalkan tanggal 24 September 2014 untuk foto dan wawancara, hari Senin, 22 September 2014 saya segera melakukan pembayaran paspor sekaligus untuk 4 orang di Teller BNI di kantor saya. Perorang jadi Rp 360rb (ada tambahan Rp 5rb utk biaya bank), jadi total berempat Rp 1.440.000,-.
Bukti pembayaran an Ibu segera saya kirim ke suami untuk dapat dilanjutkan proses pembuatan via online. Wahh ternyata tanggal yang tersedia saat suami daftar pra permohonan sudah berubah..tanggal 25 dan 29 September sudah tidak tersedia (waktu bayar ternyata menentukan hehehe....) akhirnya jadwal Ibu untuk foto dan wawancara dipilih tanggal 30 September.
Saat jadwal foto dan wawancara suami dan anak-anak tiba, saya ga ikutan karena kebetulan ditanggal yang sama saya ada meeting di Kantor. Jadi suami berangkat duluan ke Kanim, dari rumah jam 8 pagi, anak-anak menyusul setelah pulang sekolah (waktu itu Daffa sedang ada UTS di sekolahnya, pulang jam 10 an, Fasya terpaksa ijin pulang cepat di jam 10 an juga).
Karena saya ga ikutan saat proses foto dan wawancara, jadi saya ga bisa cerita kondisi atau situasi saat itu, cuma info dari suami saat datang ke sana, suami langsung ke loket 6 untuk nyerahin bukti bayar, terus ke loket 10 untuk foto dan wawancara. Dan saat menunggu antrian foto dan wawancara, ternyata suami ketiduran...jadi terpaksa pakai no baru di no urut 100-an...dasar pelor (nempel molor) hahahah....
Oh iya...untuk foto tidak diperbolehkan memakai baju warna putih ya..warna lain boleh, lebih bagus lagi kalau warna-warna
gelap. Trus jangan pakai kaos tanpa kerah yaa... Waktu itu saya sudah
siapin buat anak-anak masing-masing kaos tanpa kerah warna hitam untuk dikenakan saat foto tapi
juga standby kemeja kalau-kalau tidak diperbolehkan. Ternyata benar,
kata suami saat foto tidak diperbolehkan pakai kaos tanpa kerah, jadi
anak-anak ganti kemeja yang sudah saya siapin di tas suami saya.
Jadi singkatnya, proses foto dan wawancara suami juga anak-anak beres hari itu (selesai sampai jam 14.30 wib), paspor dapat diambil hari Senin tanggal 29 September 2014 (3 hari kerja).
Nahh giliran Ibu saya nih untuk buat foto dan wawancara, berhubung ga ada yang antar, jadi saya sebagai anak yang baik dan berbakti kepada orang tua (ce ilehhh....) yang mengantar Ibu sekalian mau ambil paspor suami dan anak-anak.
Tanggal 30 September 2014, pagi-pagi jam 7 saya sudah standby untuk anterin Ibu, tapi tetap aja jalan dari rumah jam 7.40 juga hahahah... , sampai Kanim Jakarta Timur jam 8.00 wib, parkiran penuhh...berdoa dalam hati semoga dapat parkiran...Alhamdulillah dapat walau pararel.
Iseng, saya tanya tukang parkir kalau daftar online minta no urut lagi ga sama petugas yang dibawah (bag pengambilan formulir), sama tukang parkir disuruh langsung ke lantai 2 ke loket 6 terus ke loket 5. Saya tanya lagi kalau mau ambil paspor minta no urut juga ga, dikasih tau lagi sama tukang parkirnya tinggal tusukin aja bukti bayarnya ke paku yang sudah disediakan (sebagai pengganti no urut). Setelah itu saya & Ibu masuk ke Kanim (awalnya saya & Ibu lewat depan karena waktu pertama kali Kanim ini saya masuk lewat depan) eehhh...sama tukang parkirnya saya disuruh lewat belakang. Ya sudah saya nurut aja.
Saat saya masuk saya lihat pandangan yang tidak saya lihat sebelumnya waktu pertama kali ke Kanim....antrian panjang orang ambil formullir (dari bag belakang kanim sampai ke depan kanim/bag pengambilan formulir)...pantas disuruh lewat belakang sama tukang parkir. Saya langsung ke lantai 2 urus pendaftaran foto dan wawancara Ibu ke loket 6 seperti yang dibilang tukang parkir tadi (ternyata bener juga tuh tukang parkir...), dari loket 6 Ibu saya dapat no urut 3-022 trus disuruh menunggu panggilan di depan loket 5, saat itu sudah panggilan sudah di no urut 3-004. Tepat pukul 9.30 no. Ibu saya baru dipanggil (1 jam lebih menunggu). Setelah serahin copy berkas persyaratan pembuatan paspor petugasnya bilang nanti jadwal foto dan wawancara jam 10 di loket 10 menggunakan no panggil yang sama (3-022).
Saya antar Ibu ke loket 10, berhubung jadwal foto jam 10, saya ijin sama Ibu mau ambil paspor suami dan anak-anak dilantai bawah. Mikirnya saat itu ambil paspor doang kan ga lama.
Masuk ke ruang pengambilan paspor ternyata kursi-kursi sudah penuh oleh orang-orang yang mau ambil paspor. Persis yang dibilang sama tukang parkir, saya tusukin bukti bayar ke paku yang sudah disediakan sebagai pengganti no urut.
Tadinya saya berpikir pengambilan paspor tidak memakan waktu yang lama, ternyata saya salah. Butuh 1 jam untuk pengambilan paspor karena harus menunggu antrian. Jam 9.30 saya ke sini jam 10.30 nama suami dan anak-anak baru dipanggil.
Loket pengambilan paspor hanya 2. Kadang 1 loket dibiarkan kosong terlalu lama. Suara petugas saat memanggil nama orang yang mau ambil paspor terlalu kecil sehingga ketutup dengan suara orang-orang yang ngobrol diruang itu. Sepertinya hal-hal itu yang menyebabkan pengambilan paspor sangat lama.
Beres dengan paspor suami dan anak-anak saya kembali ke loket 10 dilantai 2 nemenin Ibu. Sampai disana untuk kategori pendaftaraan online (kode 3) baru sampai di no urut 3-009. Ternyata peserta foto dan wawancara digabung baik yang daftar online, Lansia (kode 4) dan Umim (kode 5). Saya lupa untuk kategori 4 dan 5 saat itu sudah masuk ke no urut berapa, Masing-masing kategori dipanggil per tiga orang.
Jam 11.30 wib Petugas mengumumkan kalau proses foto dan wawancara di stop dulu untuk istirahat, lanjut nanti jam 13.00 wib. Beberapa orang sempat komplain karena menurut mereka masih ada 30 menit sebelum istirahat , jadi masih bisa memanggil nomor berikutnya. Buat saya sih itu lumrah..petugas prepare 30 menit buat nyelesaian foto dan wawancara orang-orang yang sudah masuk ke dalam sebelumnya, lagi pula perut saya sudah bunyi kriuk-kriuk..minta diisi, paginya saya ga sempat sarapan hahahah...Oh iya info aja nih, ruang loket 10 itu dibagi 2 ruang lagi, 1 untuk ruang tunggu antrian, 1 lagi untuk ruang foto dan wawancaranya. Jadi orang-orang yang dipanggil nomornya dapat masuk ke ruang foto dan wawancara. Di ruang itu juga orang-orang mesti menunggu antrian wawancara setelah foto.
Menunggu jam 1 siang, saya ajak Ibu ke kantin Kanim untuk makan siang dulu. Setelah makan saya balik ke loket 10 nunggu. Tepat jam 1 petugas kembali melanjutkan pemanggilan. Agak kecewa melihat pelayanan di loket ini. seharusnya jam 1 semua petugas sudah kembali ke bagiannya masing-masing, tapi yang saya lihat ada 3 kamera tersedia namun baru 1 petugas yang standby, begitu juga bag wawancara, ada 4 meja untuk wawancara tapi baru 1 petugas yang ada.
Jam 13. 30 wib no Ibu dipanggil ke dalam ruang foto & wawancara, saya dampingi Ibu ke dalam ternyata ga di ijinin untuk dampingi, jadi Ibu saya tinggal sendiri bersama Bpk/Ibu yang lain di ruang foto dan wawancara. Tidak lama dari luar saya lihat Ibu sedang di foto setelah itu duduk kembali menunggu panggilang wawancara. Sekitar jam 13. 45 saya lihat petugas lain baru berdatangan (walahhh....kemana aja pak/bu...? istirahat lama benerrr...). Saya perhatikan juga ada petugas membawa masuk orang untuk melakukan wawancara tanpa melalui antrian..ada sekitar 2-3 orang). Ternyata masih ada yaahh yang seperti ini....Proses foto dan wawancara termasuk menunggu menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam, tepatnya Jam 14.30 Ibu saya sudah menyelesaikan semua proses. Akhirnyaaa kita Pulangggg..... Info dari petugas paspor bisa diambil hari Jumat, 3 Oktober 2014 (ahay...itu khan hari hari ini ya...hehehe). Tapi sesuai setelah diskusi dengan suami paspor nanti diambilin suami hari Seninnya saja tanggal 6 Oktober 2014.
Beres dengan paspor suami dan anak-anak saya kembali ke loket 10 dilantai 2 nemenin Ibu. Sampai disana untuk kategori pendaftaraan online (kode 3) baru sampai di no urut 3-009. Ternyata peserta foto dan wawancara digabung baik yang daftar online, Lansia (kode 4) dan Umim (kode 5). Saya lupa untuk kategori 4 dan 5 saat itu sudah masuk ke no urut berapa, Masing-masing kategori dipanggil per tiga orang.
Jam 11.30 wib Petugas mengumumkan kalau proses foto dan wawancara di stop dulu untuk istirahat, lanjut nanti jam 13.00 wib. Beberapa orang sempat komplain karena menurut mereka masih ada 30 menit sebelum istirahat , jadi masih bisa memanggil nomor berikutnya. Buat saya sih itu lumrah..petugas prepare 30 menit buat nyelesaian foto dan wawancara orang-orang yang sudah masuk ke dalam sebelumnya, lagi pula perut saya sudah bunyi kriuk-kriuk..minta diisi, paginya saya ga sempat sarapan hahahah...Oh iya info aja nih, ruang loket 10 itu dibagi 2 ruang lagi, 1 untuk ruang tunggu antrian, 1 lagi untuk ruang foto dan wawancaranya. Jadi orang-orang yang dipanggil nomornya dapat masuk ke ruang foto dan wawancara. Di ruang itu juga orang-orang mesti menunggu antrian wawancara setelah foto.
Menunggu jam 1 siang, saya ajak Ibu ke kantin Kanim untuk makan siang dulu. Setelah makan saya balik ke loket 10 nunggu. Tepat jam 1 petugas kembali melanjutkan pemanggilan. Agak kecewa melihat pelayanan di loket ini. seharusnya jam 1 semua petugas sudah kembali ke bagiannya masing-masing, tapi yang saya lihat ada 3 kamera tersedia namun baru 1 petugas yang standby, begitu juga bag wawancara, ada 4 meja untuk wawancara tapi baru 1 petugas yang ada.
Jam 13. 30 wib no Ibu dipanggil ke dalam ruang foto & wawancara, saya dampingi Ibu ke dalam ternyata ga di ijinin untuk dampingi, jadi Ibu saya tinggal sendiri bersama Bpk/Ibu yang lain di ruang foto dan wawancara. Tidak lama dari luar saya lihat Ibu sedang di foto setelah itu duduk kembali menunggu panggilang wawancara. Sekitar jam 13. 45 saya lihat petugas lain baru berdatangan (walahhh....kemana aja pak/bu...? istirahat lama benerrr...). Saya perhatikan juga ada petugas membawa masuk orang untuk melakukan wawancara tanpa melalui antrian..ada sekitar 2-3 orang). Ternyata masih ada yaahh yang seperti ini....Proses foto dan wawancara termasuk menunggu menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam, tepatnya Jam 14.30 Ibu saya sudah menyelesaikan semua proses. Akhirnyaaa kita Pulangggg..... Info dari petugas paspor bisa diambil hari Jumat, 3 Oktober 2014 (ahay...itu khan hari hari ini ya...hehehe). Tapi sesuai setelah diskusi dengan suami paspor nanti diambilin suami hari Seninnya saja tanggal 6 Oktober 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar